Sabtu, 25 April 2015

[049] Al Hujurat Ayat 001

««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.

««•»»

Surah Al Hujuraat 1

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
««•»»
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa tuqaddimuu bayna yadayi allaahi warasuulihi waittaquu allaaha inna allaaha samii'un 'aliimun
««•»»
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya
{1408} dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
{1408} Maksudnya orang-orang mukmin tidak boleh menetapkan sesuatu hukum, sebelum ada ketetapan dari Allah dan RasulNya.
««•»»
O you who have faith! Do not venture ahead of Allah and His Apostle, and be wary of Allah. Indeed Allah is all-hearing, all-knowing.
««•»»

Di ayat ini, Allah SWT mengajarkan kesopanan kepada kaum muslimin ketika berhadapan dengan Rasulullah saw. dengan dua cara: pertama, dalam perbuatan, dan kedua, dalam hal percakapan. Mengenai yang pertama, Allah SWT memperingatkan kaum mukminin supaya jangan mendahului Allah dan Rasul-Nya dalam menentukan suatu hukum atau pendapat.

Mereka dilarang memutuskan suatu perkara sebelum membahas dan meneliti lebih dahulu hukum Allah dan (atau) ketentuan dari Rasul-Nya terhadap masalah itu supaya keputusan mereka jangan menyalahi apalagi bertentangan dengan syariat Islam, sehingga dapat menimbulkan kemurkaan Allah.

Yang demikian ini sejalan dengan yang dialami oleh sahabat Nabi Muhammad saw yaitu Muaz bin Jabal ketika akan diutus ke negeri Yaman.

Rasulullah saw bertanya:
"Kamu akan memberi keputusan dengan apa?".

Dijawab oleh Muaz: "Dengan kitab Allah".

Nabi bertanya lagi:
"Jika tidak kamu jumpai dalam kitab Allah, bagaimana?".

Muaz menjawab: "Dengan Sunah Rasulullah".

Nabi Muhammad saw bertanya lagi:
"Jika dalam Sunah Rasulullah tidak kamu jumpai, bagaimana?".

Muaz menjawab: "Aku akan ijtihad dengan pikiranku".

Lalu Nabi Muhammad saw menepuk dada Muaz seraya berkata:
"Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufik kepada utusan Rasul-Nya tentang apa yang diridai Allah dan Rasul-Nya".


Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan kepada kaum mukminin supaya melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya dan supaya jangan tergesa-gesa melakukan perbuatan atau mengemukakan pendapat dengan mendahului Alquran dan hadis Nabi, yang ada hubungannya dengan sebab turunnya ayat ini. Tersebut dalam kitab Al-Iklil bahwa mereka dilarang menyembelih korban pada hari Raya Idul-Adha sebelum Nabi menyembelih, dan dilarang berpuasa pada hari yang diragukan.

Kemudian Allah SWT. memerintahkan supaya mereka tetap bertakwa kepada-Nya karena Allah Maha Mendengar segala percakapan dan Maha Mengetahui segala yang terkandung dalam hati hamba-hamba-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendahului) berasal dari lafal Qadima yang maknanya sama dengan lafal Taqaddama artinya, janganlah kalian mendahului baik melalui perkataan atau perbuatan kalian (di hadapan Allah dan Rasul-Nya) yang menyampaikan wahyu dari-Nya, makna yang dimaksud ialah janganlah kalian mendahului Allah dan Rasul-Nya tanpa izin dari keduanya (dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar) semua perkataan kalian (lagi Maha Mengetahui) semua perbuatan kalian. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan perdebatan antara Abu Bakar r.a., dan sahabat Umar r.a. Mereka berdua melakukan perdebatan di hadapan Nabi saw. mengenai pengangkatan Aqra` bin Habis atau Qa`qa` bin Ma`bad. Ayat selanjutnya diturunkan berkenaan dengan orang yang mengangkat suaranya keras-keras di hadapan Nabi saw. yaitu firman-Nya:
(QS. Al Hujaraat [49]:2)

««•»»
O you who believe, do not venture ahead of (tuqaddimū, [derives] from qaddama, with the sense of [the 5th form] taqaddama), that is to say, do not come forward with any [unwarranted] saying or deed [ahead of], God and His Messenger, the one communicating [the Message] from Him, that is to say, without their permission, and fear God. Surely God is Hearer, of your sayings, Knower, of your deeds: this was revealed regarding the dispute between Abū Bakr and ‘Umar, may God be pleased with them both, in the presence of the Prophet (s), over the appointment of al-Aqra‘ b. Hābis or al-Qa‘qā‘ b. Ma‘bad as commander [of his tribe].

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Bukhari dari lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu Juraij yang bersumber dari Ibnu Abu Mulaikah, bahwasanya Abdullah bin Zubair menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu hari datang menghadap kepada Rasulullah saw. utusan atau delegasi dari Bani Tamim, Abu Bakar berkata, "Jadikanlah Qa'qa' bin Ma'bad sebagai amir atas kaumnya." Umar mengusulkan "Tidak, tetapi jadikanlah Aqra' bin Habis sebagai amirnya." Abu Bakar berkata, "Kamu tidak lain hanyalah ingin berselisih denganku." Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud untuk berselisih denganmu." Akhirnya keduanya saling berbantah-bantahan sehingga suara mereka berdua makin keras karena saling berselisih.

Lalu turunlah berkenaan dengan peristiwa itu firman-Nya,
"Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendahului di hadapan Allah dan Rasul-Nya..."
(QS. Al Hujaraat [49]:1)

 sampai dengan firman-Nya,
"Dan kalau sekiranya mereka bersabar..."
(QS. Al Hujaraat [49]:5).

Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis lainnya yang juga melalui Qatadah, bahwa para sahabat selalu mengeraskan suaranya kepada Rasulullah saw. bila berbicara dengannya, maka Allah swt. segera menurunkan firman-Nya, "Janganlah kalian meninggikan suara kalian ..."
(QS. Al Hujaraat [49]:2).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of18
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=49&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#49:1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar