Sabtu, 25 April 2015

[049] Al Hujurat Ayat 003

««•»»
Surah Al Hujuraat 3

إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ
««•»»
inna alladziina yaghudhdhuuna ashwaatahum 'inda rasuuli allaahi ulaa-ika alladziina imtahana allaahu quluubahum lilttaqwaa lahum maghfiratun wa-ajrun 'azhiimun
««•»»
Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.
««•»»
Indeed those who lower their voices in the presence of the Apostle of Allah —they are the ones whose hearts Allah has tested for Godwariness. For them will be forgiveness and a great reward.
««•»»

Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah saw. setelah melatih diri dengan berbagai latihan yang ketat lagi berat, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka telah berhasil menyucikan diri mereka dengar berbagai usaha dan kesadaran dan bagi mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Mujahid bahwa ada sebuah pertanyaan tertulis yang disampaikan kepada Umar: "Wahai Amirul Mukminin, ada seorang laki-laki yang tidak suka akan kemaksiatan dan tidak pula mengerjakannya, dan seorang laki-laki lagi yang hatinya cenderung kepada kemaksiatan, tetapi ia tidak mengerjakannya. Manakah di antara kedua orang itu yang paling baik?"

Umar menjawab dengan tulisan lagi, "Sesungguhnya orang-orang yang hatinya cenderung kepada kemaksiatan akan tetapi tidak mengerjakannya, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

("Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji) dicoba (hati mereka oleh Allah untuk bertakwa) artinya, ujian untuk menampakkan ketakwaan mereka. (Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar") yakni surga. Ayat berikutnya diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang datang di waktu tengah hari kepada Nabi saw. sedangkan Nabi saw. pada saat itu berada di dalam rumahnya, lalu mereka memanggil-manggilnya, yaitu firman-Nya:
(QS. Al Hujuraat [49]:4).
««•»»
The following was revealed regarding those who used to lower their voices in the presence of the Prophet (s), such as Abū Bakr, ‘Umar and others, may God be pleased with [all of] them: Truly those who lower their voices in the presence of God’s Messenger — they are the ones whose hearts God has tested for God-fearing, that is to say, [He has tested them] so that this [fear of God] may manifest itself in them. For them will be forgiveness and a great reward: Paradise.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Bukhari dari lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu Juraij yang bersumber dari Ibnu Abu Mulaikah, bahwasanya Abdullah bin Zubair menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu hari datang menghadap kepada Rasulullah saw. utusan atau delegasi dari Bani Tamim, Abu Bakar berkata, "Jadikanlah Qa'qa' bin Ma'bad sebagai amir atas kaumnya." Umar mengusulkan "Tidak, tetapi jadikanlah Aqra' bin Habis sebagai amirnya." Abu Bakar berkata, "Kamu tidak lain hanyalah ingin berselisih denganku." Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud untuk berselisih denganmu." Akhirnya keduanya saling berbantah-bantahan sehingga suara mereka berdua makin keras karena saling berselisih.

Lalu turunlah berkenaan dengan peristiwa itu firman-Nya,
"Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendahului di hadapan Allah dan Rasul-Nya..."
(QS. Al Hujuraat [49]:1).
sampai dengan firman-Nya,
"Dan kalau sekiranya mereka bersabar..."
(QS. Al Hujuraat [49]:5).

Imam Thabrani dan Imam Abu Ya'la mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang Hasan melalui Zaid bin Arqam r.a. yang menceritakan, bahwa ada segolongan orang-orang Arab Badui datang ke kamar-kamar Nabi saw. lalu mereka memanggil-manggilnya, "Hai Muhammad! Hai Muhammad!" Lalu Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar-kamar(mu)..."
(QS. Al Hujuraat [49]:4).

Abdur Razzaq telah menceritakan sebuah hadis melalui Muammar yang bersumber dari Qatadah, bahwa ada seorang laki-laki datang menghadap kepada Nabi saw. lalu laki-laki itu berkata, "Hai Muhammad! Sesungguhnya pujianku indah, dan cacianku sangat pedas." Maka Nabi saw. berkata, "Demikian pulalah Allah", lalu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang memanggilmu..."
(QS. Al Hujuraat [49]:4).

Lalu dikirimkan kepadanya beberapa Syahid yang berpredikat Mursal bersumber dari hadis Barra dan lain-lainnya. Hadis yang dijadikan Syahid itu diketengahkan oleh Imam Tirmizi hanya di dalamnya tidak tertera konteks 'lalu turunlah ayat ini'. Hadis serupa diketengahkan pula oleh Ibnu Jarir melalui Hasan. Imam Ahmad mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang sahih melalui Aqra' bin Habis, bahwasanya lelaki tersebut memanggil-manggil Rasulullah saw. dari belakang kamar-kamarnya, akan tetapi Rasulullah saw. tidak menyahut panggilannya. Lalu lelaki itu berkata, "Hai Muhammad! Sesungguhnya pujianku amat indah dan cacianku amat pedas."

Maka Rasulullah saw. menjawab,
"Demikianlah (pula) Allah."
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of18
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=49&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#49:3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar